Belajar Ticketing: Panduan Lengkap untuk Pemula

Pendahuluan

Industri penerbangan adalah salah satu sektor yang terus berkembang pesat, baik di tingkat nasional maupun internasional. Salah satu aspek penting dalam industri ini adalah ticketing atau sistem pemesanan tiket. Belajar ticketing menjadi keterampilan yang sangat berharga bagi siapa saja yang ingin bekerja di industri perjalanan dan pariwisata, baik sebagai agen perjalanan, staf maskapai, maupun petugas di bandara.

Ticketing bukan sekadar menjual tiket pesawat. Ada berbagai aspek yang harus dipahami, seperti kode bandara, kode maskapai, dan penggunaan alfabet fonetik (phonetic alphabet) untuk komunikasi yang lebih jelas. Dalam artikel ini, kita akan membahas tiga aspek utama dalam ticketing yang wajib diketahui, yaitu Phonetic Alphabet, Three Letter Code of Airport, dan Airline Code (IATA).

1. Phonetic Alphabet dalam Ticketing

Pengertian Phonetic Alphabet

Phonetic alphabet atau alfabet fonetik adalah sistem yang digunakan untuk mengucapkan huruf secara jelas dalam komunikasi suara, terutama melalui radio atau telepon. Sistem ini digunakan untuk menghindari kesalahan dalam penyebutan huruf yang bisa terdengar mirip, seperti “B” dan “D” atau “M” dan “N”.

Mengapa Phonetic Alphabet Penting dalam Industri Penerbangan?

Dalam dunia penerbangan, komunikasi yang akurat sangatlah penting. Banyak istilah, kode, dan nomor yang harus disampaikan secara jelas dan cepat. Kesalahan kecil dalam pengucapan bisa berakibat fatal, seperti kesalahan pemesanan tiket atau kesalahan dalam pencatatan kode penerbangan. Oleh karena itu, penggunaan phonetic alphabet sangat membantu dalam memastikan semua informasi disampaikan dengan benar.

Dengan memahami phonetic alphabet, seorang staf ticketing bisa memastikan bahwa informasi yang diberikan akurat, terutama saat mengeja nama penumpang atau kode reservasi.

Belajar ticketing

2. Three Letter Code of Airport dalam Ticketing

Pengertian Three Letter Code (Kode Bandara)

Kode bandara tiga huruf, atau yang lebih dikenal sebagai three-letter code, adalah sistem penamaan bandara yang dibuat oleh International Air Transport Association (IATA). Kode ini digunakan untuk mengidentifikasi bandara di seluruh dunia dengan mudah dan cepat.

Bagaimana Kode Bandara Dibuat?

Kode bandara biasanya dibuat berdasarkan:

  1. Nama kota atau bandara → Contoh:
    • Jakarta – CGK (Soekarno-Hatta International Airport)
    • Bali – DPS (Ngurah Rai International Airport)
  2. Singkatan dari nama bandara → Contoh:
    • Singapore Changi – SIN
    • Los Angeles International – LAX
  3. Pola historis atau unik → Contoh:
    • Toronto Pearson – YYZ (diambil dari sistem kode sebelumnya di Kanada)

Dengan memahami kode bandara, agen ticketing bisa dengan mudah mengenali tujuan penerbangan dan menghindari kesalahan dalam pemesanan tiket.

3. Airline Code (IATA) dalam Ticketing

Apa Itu Kode IATA?

Kode maskapai atau IATA Airline Code adalah kode dua huruf yang diberikan oleh International Air Transport Association (IATA) kepada maskapai penerbangan di seluruh dunia. Kode ini digunakan dalam sistem pemesanan tiket, bagasi, dan jadwal penerbangan.

Cara Kerja Kode IATA dalam Pemesanan Tiket

Ketika seseorang memesan tiket pesawat, kode IATA digunakan untuk mengidentifikasi maskapai penerbangan yang beroperasi dalam rute tersebut. Misalnya, jika Anda melihat tiket dengan kode penerbangan GA 182, maka kode GA mengacu pada Garuda Indonesia.

Contoh Kode IATA dari Berbagai Maskapai

Berikut adalah beberapa contoh kode IATA dari maskapai terkenal:

  • Garuda Indonesia = GA
  • Lion Air = JT
  • AirAsia = AK
  • Singapore Airlines = SQ
  • Emirates = EK
  • Qatar Airways = QR
  • American Airlines = AA

Memahami kode IATA sangat penting bagi seorang agen ticketing agar tidak terjadi kesalahan dalam penginputan maskapai penerbangan.

Kesimpulan

Belajar ticketing adalah langkah pertama yang penting bagi siapa saja yang ingin berkarier di industri penerbangan. Dengan memahami phonetic alphabet, three-letter code of airport, dan airline code (IATA), seseorang dapat lebih siap dalam menghadapi tantangan di dunia pemesanan tiket pesawat.

Tertarik untuk belajar ticketing lebih lanjut?
Daftar menjadi Mitra LINATA sekarang juga!
Anda akan kami pandu sampai bisa menjalankan bisnis keagenan travel secara mandiri.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll to Top